TIAP awal bulan begini biasanya menjadi
momen paling sibuk bagi ibu-ibu rumah tangga. Bapak-bapak juga sih.
Sibuk apa? Membagi-bagi uang bulanan untuk bayar tagihan ini-itu. Sebab
biasanya berbagai tagihan harus dibayar di awal bulan. Selain memang
aturannya begitu, kalau ditunda-tunda sampai pertengahan bulan
jangan-jangan uangnya keburu dipakai untuk kebutuhan lain. :)
Coba ingat-ingat, tagihan apa saja yang harus dibayar tiap awal bulan.
Kalau saya sih tagihan terpenting adalah Speedy. Saya mencari uang
full time
100% dengan internet, jadi layanan satu ini tidak boleh terhambat.
Apalagi sampai diputus sama Telkom gara-gara selalu telat bayar. Saya
usahakan untuk melunasi tagihan Speedy sebelum tanggal 10.
Lalu ada pula tagihan listrik dan air alias PDAM yang juga harus dibayar
sesegera mungkin. Telat berarti denda dan tagihan semakin membengkak.
Jangan biasakan menunggak, apalagi sampai hitungan bulan. Ya, kecuali
memang tidak butuh listrik dan air.
Kebutuhan lain yang tak kalah penting adalah pulsa. Meski di rumah sudah
terpancar jaringan wifi dari Speedy, tetap saja tiga hape yang saya dan
istri punya harus diisi pulsa. Terlebih dua hape digunakan untuk
mendukung toko online, dan calon pembeli seringkali lebih suka mengirim
SMS ketimbang BBM atau WhatsApp. Harus sedia pulsa untuk membalasnya,
bukan?
Itu baru empat pos. Ada juga keluarga yang masih punya cicilan
kendaraan, cicilan rumah, iuran asuransi, kartu kredit atau tivi kabel.
Bayangkan betapa repotnya membagi-bagi waktu untuk setor sana setor
sini, dari satu tempat ke tempat lain. Iya kalau masing-masing tempat
pembayaran dekat. Kalau berjauhan bagaimana? Bisa-bisa menghabiskan
seharian hanya untuk membayar ini-itu.
Hanya Dapat Struk
Okelah, sekarang pembayaran bisa pakai auto debet rekening. Bisa juga
lewat ATM, tak perlu antri lama-lama di loket pembayaran. Atau bisa juga
sembari berbelanja di Indomaret, Alfamart dan minimarket lain yang kini
juga menerima pembayaran berbagai macam. Oya, kantor pos pun sekarang
sudah berubah jadi loket pembayaran lho. Tapi tetap saja kita butuh
menyisihkan waktu tidak sedikit karena biasanya kita musti antri
terlebih dahulu.
Lalu, membayar lewat kantor pos, Indomaret, Alfamart, auto debet
rekening, ATM, semuanya membebankan biaya admin. Rata-rata antara
Rp5.000 hingga Rp7.500 per transaksi. Sedikit? Kalikan jumlah tagihan,
lalu kalikan jumlah bulan, kalikan lagi dengan jumlah tahun sejak
pertama kita membayar tagihan-tagihan tersebut.
Katakanlah kita membayar tagihan internet, listrik, air ledeng, pulsa,
tivi kabel dan cicilan kendaraan tiap bulan. Itu artinya ada enam
tagihan, enam transaksi. Masing-masing dibebani biaya admin Rp5.000,
jadi tiap bulan untuk biaya admin saja sudah habis Rp30.000. Kalikan 12
maka dalam setahun angkanya menjadi Rp360.000. Mulai deh kelihatan
banyak.
Itu belum menghitung pembelian pulsa lho. Belum lagi kalau kita hendak
bepergian keluar kota, memesan tiket pesawat atau kereta api juga ada
biaya adminnya. Booking tiket di situs resmi PT KAI dan bayar lewat BCA
Klikpay, misalnya, harga tiket Rp100.000 masih ditambah biaya admin
Rp7.500. Mau bayar di kantor pos atau minimarket juga bisa, kena biaya
admin Rp5.000.
Siapa yang menikmati uang itu? Ya kantor pos, bank penyedia layanan auto
debet dan bilik ATM, Indomaret, Alfamart, dan loket-loket pembayaran
lainnya. Itu baru dari satu keluarga. Ada berapa juta keluarga yang
setiap bulan membayar berbagai tagihan? Tak ada data resmi, tapi melihat
bagaimana bank, kantor pos, Pegadaian dan minimarket juga merangkap
sebagai loket pembayaran berbagai tagihan, ada uang besar yang beredar
di sini.
Pertanyaan pentingnya, kita yang rajin membayar tagihan tiap bulan dapat
apa? Hanya struk dan terkadang kalau beruntung bersama ucapan terima
kasih. :)
Bebas Bayar di Manapun, Kapanpun
Sekarang bayangkan kalau biaya admin tersebut kita yang menikmati.
Setiap kali kita membayar tagihan, kita juga yang mendapatkan uang. Tak
usah banyak-banyak, katakanlah Rp500 atau Rp1.500 per tagihan. Kecil?
Mainkan lagi ilmu perkalian. Kalikan jumlah tagihan tiap bulan, kalikan
12 dalam setahun, barulah terlihat banyak.
Setiap kali kita membeli pulsa, kita dapat bonus. Beli tiket pesawat, dapat
cashback. Beli tiket kereta, ada komisi. Beli voucher game, dikasih uang. Enak, bukan?
Memangnya ada yang begitu? Kalau Anda bertanya begitu, berarti Anda belum tahu layanan yang satu ini:
BebasBayar.com.
Bebas Bayar
adalah sebuah layanan pembayaran online. Di sini kita bisa membayar
SEMUA tagihan bulanan, mulai dari listrik-air-internet sampai cicilan
kendaraan dan pajak. Kita juga bisa membeli pulsa, booking tiket kereta
api dan pesawat, atau hotel. Bagi yang rutin menyisihkan rejekinya untuk
zakat dan sedekah,
Bebas Bayar sudah bekerja sama dengan Rumah Zakat Indonesia.
Dengan layanan
Bebas Bayar kita bisa mendapatkan
cashback setiap kali melakukan transaksi. Beli pulsa
cashback-nya
mulai dari Rp25/pembelian, bayar PDAM Rp400, bayar Speedy Rp700, bayar
listrik Rp900, bayar premi asuransi atau iuran tivi kabel Rp1.000. Lalu
beli tiket pesawat
cashback-nya mulai dari Rp37.000.
Kok cuma segitu?
Bebas Bayar mempunyai dua jenis keanggotaan, yakni Free dan Premium. Pendaftaran Free Member gratis selamanya, dan di atas tadi adalah
cashback
yang akan didapat Free Member setiap kali melakukan transaksi.
Sedangkan Premium Member ada tambahan biaya pendaftaran sebesar
Rp150.000 sekali seumur hidup, tapi dengan nilai
cashback jauh lebih besar.
Untuk member Premium, bayar Speedy mendapat
cashback Rp1.000. Bayar berbagai cicilan Rp1.100, bayar listrik Rp2.400 dan beli tiket pesawat
cashback-nya Rp74.000 lebih.
Masih kurang banyak? Tenang saja.
BebasBayar.com
juga mempunyai program afiliasi. Anda yang paham internet marketing
tentu sudah familiar dengan istilah dan cara kerja program afiliasi.
Singkatnya, sebagai member Anda juga akan mendapat komisi jika member
lain hasil referensi Anda melakukan transaksi. Seberapa banyak? Free
Member komisinya Rp100/transaksi, sedangkan Premium Member hingga
Rp500/transaksi.
Rp 2 Juta Sebulan Modal Jempol
Kita coba hitung-hitungan sejenak. Kita umpamakan ada lima tagihan yang
harus dibayar tiap bulan: Speedy, PLN, PDAM, pulsa hape dan cicilan
kendaraan. Taruh kata kita hanya berstatus Free Member di
Bebas Bayar, maka dari masing-masing transaksi kita akan mendapat cashback sebesar Rp700, Rp900, Rp400, Rp25 dan Rp800. Totalnya
Rp2.825.
Sedikit? Memang. Tapi kita kemudian bisa merefensikan
BebasBayar.com
pada 10 teman yang juga membayar lima tagihan setiap bulan seperti kita
tadi. Maka dari masing-masing teman kita mendapat komisi afiliasi
sebesar Rp100 dikali 5 transaksi dikali 10 teman, sama dengan
Rp5.000. Lumayan.
Oya, kita juga berhak mendapat komisi jika teman kita tadi merefensikan
teman-temannya yang lain dan semuanya melakukan transaksi. Katakanlah 10
teman kita tadi masing-masing mereferensikan 10 orang juga, jadi total
jumlah afiliasi kita ada 110. Maka hitungan komisinya menjadi Rp100
dikali 5 transaksi dikali 110 teman. Jumlahnya
Rp55.000. Mulai kelihatan banyak, bukan?
Karena
Bebas Bayar
tidak membatasi jumlah member afiliasi kita, maka kita boleh
mereferensikan layanan ini pada sebanyak mungkin kenalan. Semakin banyak
member afiliasi, semakin banyak pula potensi komisi yang dihasilkan.
Coba saja andai ke-100 teman hasil referensi teman kita tadi juga
masing-masing mereferensikan 10 teman lagi, maka ada tambahan 1.000
orang dalam jaringan afiliasi kita. Jumlah total afiliasi kita menjadi
1.110. Komisinya? Rp100 dikali 5 transaksi dikali 1.110 teman, jumlahnya
Rp555.000. Anda bahkan sudah bisa melunasi sebagain tagihan bulanan dari komisi
BebasBayar.com, bukan?
Masih kurang juga? Upgrade ke Premium Member untuk mendapatkan nilai komisi lebih besar.
Selamat mencoba!